Ilustrasi keluarga muda bertengkar (freepik)
Keluarga

Masalah Ini Sering Muncul Pada Keluarga Muda

DOTLARE — Setiap keluarga muda (yang baru menikah) pasti mendambakan kehidupan yang penuh kehangatan cinta dan harmonis. Namun, ada kalanya riak-riak kecil muncul di tengah keharmonisan rumah tangga.

Saat pasangan sepakat untuk menikah, maka keduanya harus sudah siap dengan segala konsekuensinya. Termasuk bisa menerima dan memahami karakter asli yang bakal muncul setelah mereka menikah.

Bukan tidak mungkin persoalan yang muncul akan menimbulkan pertengkaran bila keduanya tidak bisa saling memahami.

Siap dengan Segala Konsekuensi

Nah buat keluarga muda, setelah menikah akan banyak tantangan, persoalan yang harus dihadapi bersama. Oleh karena itu, keluarga muda juga harus siap dengan segala konsekuensinya.

Berikut ini lima masalah yang biasanya kerap muncul setelah pasangan menikah:

1. Perubahan perilaku
Banyak orang bilang, masa pacaran berbeda dengan masa berkeluarga atau setelah menikah. Saat pacaran, perilaku yang ditunjukkan dianggap selalu baik. Berbeda setelah menikah.
Perubahan biasanya terjadi setelah 1,5 tahun pertama usia pernikahan. Bahkan aspek tersebut bisa meningkat secara signifikan yang berkaitan dengan perubahan individu.
Misalnya, kurang perhatian, tekanan batin, egois dan lain-lain.

2. Masalah keuangan
Satu hal yang harus benar-benar diperhatikan keluarga muda adalah manajemen keuangan rumah tangga. Jangan dianggap sepele, karena persoalan ini bisa berujung fatal, seperti perceraian.
Pasangan harus sama-sama mengelola keuangan dengan baik. Bikin perencanaan pemasukan dan pengeluaran agar keuangan tidak tekor.

3. Berselisih aturan
Setelah menikah, masing-masing pasangan mulai membawa peraturan atau kebiasaan dari masing-masing keluarga. Hal ini akan menimbulkan persoalan karena masing-masing pasangan belum tentu cocok. Hal ini bisa berakibat pertengkaran dan masing-masing pasangan merasa aturannya yang paling benar.

4. Kebiasaan dan pola hidup
Kebiasaan dan pola hidup asli tiap pasangan biasanya makin muncul setelah 1,5 tahun mereka menikah. Kebiasaan-kebiasaan muncul dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasangan. Bila terus menerus dibiarkan, hal ini akan menimbulkan pertengkaran di antara keduanya, karena mengganggu dan membuat pasangan tidak nyaman.

5. Konflik pembagian tugas
Suami dan istri seringkali melemparkan tugas yang semestinya bisa dilakukan bersama atau bergantian. Pembagian tugas dalam rumah tangga seringkali diabaikan, sehingga salah satu pasangan merasa paling capek mengurus rumah tangga.
Kalau dibiarkan, konflik ini bisa terus terjadi dan mengakibatkan pasangan merasa kian tidak cocok hidup bersama. Oleh karena itu, keduanya harus bisa berbagi tugas dan peran dengan adil.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *