Ilustrasi Imunisasi. (freepik.com)
Ibu dan Anak

Ini Dia, 5 Imunisasi Wajib untuk Bayi

DOTLARE Saat lahir ke dunia, bayi akan dibekali dengan daya tahan tubuh alami yang didapat dari ibunya. Akan tetapi, daya tahan ini tidak bertahan lama dan akan berkurang seiring dengan pertambahan usianya.

Agar bayi tak mudah terserang penyakit menular dan berbahaya, maka bayi perlu mendapatkan imunisasi. Orang tua perlu mengetahui pentingnya imunisasi dan berbagai jenis imunisasi yang wajib diberikan untuk bayi. Simak ulasan lengkapnya berikut ini:

Pentingnya Imunisasi bagi Bayi

Imunisasi merupakan sebuah langkah pencegahan penyakit yang sangat penting. Secara sederhana, imunisasi dapat didefinisikan sebagai proses memasukkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau dimatikan ke dalam tubuh.

Tujuan dari imunisasi adalah untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi yang berguna melawan virus atau bakteri yang bisa menyerang tubuh di kemudian hari. Ketika virus atau bakteri menyerang tubuh anak di masa depan, tubuh sudah mengenali jenis virus atau bakteri tersebut sehingga penyakit akan lebih mudah untuk disembuhkan.

Jenis Imunisasi Wajib bagi Bayi

Berdasarkan skema yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jenis imunisasi dibagi ke dalam dua kategori, yakni imunisasi wajib dan imunisasi pilihan.

Imunisasi wajib dibagi kembali menjadi tiga, yakni imunisasi rutin, tambahan, dan khusus. Sementara, imunisasi rutin dapat dibagi pula menjadi imunisasi dasar dan lanjutan.

Bagi bayi usia di bawah 1 tahun, ada lima imunisasi dasar lengkap yang harus dipenuhi sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2017, yakni:

1. Imunisasi Hepatitis B
Jenis imunisasi bayi pertama yang wajib didapatkan si kecil adalah imunisasi Hepatitis B. Idealnya, dosis pertama imunisasi hepatitis B harus diberikan saat usia bayi masih di bawah 12 jam untuk mencegah penularan virus Hepatitis B dari ibu ke anaknya.
Setelah itu, orang tua tetap masih perlu memberikan imunisasi Hepatitis B dosis kedua, ketiga, dan keempat dengan jarak waktu 4 minggu dari dosis masing-masing.

2. Imunisasi BCG
Jenis imunisasi dasar yang wajib diberikan untuk bayi selanjutnya adalah imunisasi BCG. Imunisasi bayi ini dapat mencegah penyakit tuberkulosis yang bisa menyerang paru-paru dan selaput otak bayi. Vaksin BCG diberikan sebanyak 1 kali, yakni pada saat si kecil berusia 0-2 bulan.

3. Imunisasi Polio
Polio merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan bayi lumpuh dan cacat seumur hidup. Karena itu, pemberian jenis imunisasi polio oral wajib diberikan untuk bayi di bawah 1 tahun sebanyak 4 dosis dengan jangka waktu minimal 4 minggu.
Sementara imunisasi polio suntik atau disebut juga sebagai IPV perlu diberikan minimal 1 kali dan biasa diberikan bersama dengan OPV yang ketiga.

4. Imunisasi DPT (Diptheria, Pertusis, dan Tetanus)
Diptheria, Pertusis, dan Tetanus merupakan penyakit yang bisa menyebabkan kematian bagi anak. Untuk mencegahnya, orang tua perlu memberikan imunisasi bayi DPT sebanyak 3 kali sebagai imunisasi dasar dan dilanjutkan dengan booster sebanyak 2 kali yaitu saat si kecil berusia 18 bulan dan 5 tahun.

Setelah itu, dilanjutkan dengan booster yang hanya mengandung dosis kecil difteri dan tetanus yaitu Td atau dosis kecil difteri dan pertussis yaitu Tdap pada usia antara 10-12 tahun dan booster Td diberikan setiap 10 tahun.

Saat ini orang tua juga bisa memberikan Vaksin DPT-HB-HIB atau biasa disebut vaksin pentavalen karena mengandung 5 virus. Vaksin pentavalen merupakan vaksin gabungan dari vaksin DPT, vaksin Hepatitis B, dan Vaksin Hib.

Ada juga jenis vaksin pentavalen yang mengandung vaksin DPT, IPV dan HiB dan jenis heksavalen yaitu mengandung 6 jenis virus yaitu DPT, IPV, HiB, dan Hepatitis B. Vaksin pentavalen bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus yang terkandung dalam vaksin tersebut. Jenis imunisasi pentavalen dapat orang tua berikan sebanyak 4 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

5. Imunisasi Campak
Campak merupakan penyakit yang bisa dengan mudah menyerang anak. Efek dari penyakit ini tidak akan terlalu parah jika menginfeksi anak yang sudah mendapatkan imunisasi sebelumnya.

Tapi campak bisa berubah menjadi penyakit yang mematikan jika menyerang anak yang belum pernah diimunisasi. Karena itu, orang tua harus memastikan untuk memberikan imunisasi campak saat bayi berusia 9 bulan.

Jenis imunisasi ini bisa diulang sebagai langkah penguatan saat anak berusia 15 bulan dan sebelum anak masuk dalam usia Sekolah Dasar (yaitu pada usia 5 tahun) dalam bentuk vaksin MMR/MR.

 

 

Sumber: Shimajiro.id

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *