Buta Warna
Kesehatan

Jenis Buta Warna yang Bisa Terjadi pada Anak

DOTLARE — Mayoritas manusia bisa melihat jutaan warna di dunia. Anda bisa membedakan warna merupakan ‘hadiah’ dari kerja keras tiga sel kerucut atau reseptor warna yang mengirimkan pesan ke otak.

Sayangnya pada beberapa orang, mungkin hanya dua sel kerucut yang bisa bekerja dengan baik. Akibatnya, terjadilah kondisi yang disebut dengan buta warna. Buta warna lebih sering dialami pria. Sekitar 8 persen populasi pria dan 1 persen wanita di dunia.

Ada beberapa jenis buta warna yang sering terjadi. Kenali jenisnya, yuk!

Trikromasi Anomali

Ketika satu dari tiga sel kerucut tidak bekerja maksimal, maka terjadilah kondisi ini. Umumnya hanya satu sel kerucut yang bekerja kurang baik, dan beda kerucut yang bermasalah maka beda pula hasil penglihatannya.

• Protanomali: Ini adalah kekurangan sensitivitas untuk melihat warna merah.
• Deuteranomali: Kekurangan sensitivitas untuk melihat warna hijau. Ini contoh buta warna yang paling sering terjadi.
• Tritanomali: Kekurangan sensitivitas untuk melihat warna biru. Kasus ini sangat jarang terjadi.


Dikromasi

Penderita dikromasi hanya memiliki dua sel kerucut untuk mengolah warna, dan satu kerucutnya tidak ada atau tidak berfungsi. Dikromasi sendiri terbagi menjadi tiga berdasarkan sel kerucut yang rusak, yaitu:

• Protanopia: Ini terjadi ketika reseptor warna merah tidak ada atau tidak berfungsi. Jenis buta warna ini cukup membingungkan karena anak melihat warna agak samar, seperti hitam terlihat agak kemerahan, cokelat gelap terlihat kehijauan, oranye gelap, dan merah gelap.

• Tritanopia: Ini terjadi ketika sel kerucut yang tidak ada atau tidak berfungsi mengolah warna biru dan kuning. Umumnya anak tritanopia kesulitan membedakan warna biru dengan abu-abu, ungu gelap dengan hitam, hijau gelap dengan biru, dan oranye dengan merah.

• Deuteranopia: Ini terjadi ketika reseptor warna hijau pada retina anak tidak ada atau tidak berfungsi. Akibatnya anak kesulitan membedakan warna hijau terang dengan kuning, pink pucat dengan abu-abu muda, biru terang dengan ungu muda.


Monokromasi (Akromatopsia)

Ini adalah jenis buta warna total tidak bisa mengenal warna sama sekali, namun jarang terjadi. Penderitanya hanya bisa melihat warna hitam, putih, abu-abu. Seperti ketika Anda melihat film hitam putih tempo dulu.

Kasus yang hanya terjadi pada 1 dari 33.000 kasus. Dokter mata anak umumnya akan menyarankan untuk memakai kacamata gelap ketika anak beraktivitas di kondisi cahaya normal.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *