Melahirkan Normal
Kehamilan

Kelebihan dan Kekurangan Melahirkan Normal

DOTLARE – Angka kehamilan di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 cukup mencengangkan. Jumlahnya lebih dari 400.000 kehamilan. Dengan begitu, dalam beberapa bulan ke depan, diperkirakan terjadi ledakan jumlah bayi baru di Indonesia. Melahirkan normal pada umumnya menjadi pilihan sang ibu.

Walaupun untuk melahirkan secara normal butuh proses panjang yang melibatkan kerja keras seorang ibu dan mengakibatkan kelelahan secara fisik. Akan tetapi, banyak keuntungan yang didapat.

1. Lebih Cepat Pulang
Proses pemulihan yang cepat dibandingkan dengan melahirkan secara caesar. Meskipun bergantung pada keadaan ibu dan anak, namun pada umumnya bila si ibu dinilai sudah cukup sehat dalam waktu 24 sampai 48 jam, maka si ibu dapat meninggalkan rumah sakit.

2. Terhindar dari Risiko Komplikasi
Wanita yang melahirkan secara normal terhindar dari berbagai risiko dan komplikasi akibat operasi, di antaranya perdarahan, infeksi, reaksi terhadap anestesi, dan efek sakit yang berkepanjangan.

3. Dapat Langsung Berinteraksi dengan Bayi
Kelebihan lain dari melahirkan secara normal adalah si ibu dapat langsung berinteraksi dengan si bayi dan langsung dapat memberikan ASI eksklusif secepatnya setelah melahirkan.

 

Di samping kelebihan-kelebihan itu, melahirkan secara normal juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya:

1. Kerusakan pada Kulit dan Jaringan di sekitar Vagina
Pada saat si bayi melewati vagina, besar risiko kulit dan jaringan di sekitar vagina akan melar dan robek. Hal itu dapat mengakibatkan melemahnya atau cedera pada otot pinggul yang berfungsi untuk mengontrol air seni dan isi perut pada sang ibu.

2. Rasa Sakit di Area antara Vagina dan Anus
Setelah melahirkan secara normal, si ibu juga mungkin mengalami sakit yang berkepanjangan di area antara vagina dan anus.

3. Cedera saat Proses Melahirkan
Risiko lain yang mungkin dialami oleh sang ibu adalah cedera yang mungkin terjadi saat proses melahirkan itu sendiri. Bila ukuran bayi terlalu besar, ada kemungkinan si ibu dapat mengalami cedera, di antaranya memar pada kulit atau retak tulang.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *