Orang Tua
Ibu dan Anak

Menyogok Anak, Kebiasaan Buruk Orang Tua Kepada Anak

DOTLARE — Pernahkah Ayah Bunda menyogok si kecil dengan iming-iming seperti ini, “Kalau kamu mau makan, nanti kamu boleh menonton YouTube,” Tanpa disadari, orang tua mungkin sering mengucapkan, “Mama akan” untuk setiap perilaku si kecil yang Anda harapkan di saat kepepet.

Mengapa Anda sebaiknya meninggalkan kebiasaan menyogok si kecil? Berikut ini alasannya.

1. Melatihnya Berperilaku Buruk

Tawaran ‘hadiah’ di tengah-tengah anak berkelakuan buruk akan mengajarkannya bahwa orang tua akan memberikan sesuatu yang menyenangkan saat ia berkelakuan buruk.

Oleh karenanya, alih-alih menyogok di tengah kelakuan buruk mereka, pastikan Anda dan si kecil menyepakati reward untuk perilaku kooperatif sejak awal. Misal, bila anak-anak tidak menolak saat jam pulang dari taman bermain tiba, maka besok mereka boleh main lagi.

2. Merugikannya Saat Dewasa

Jangan sampai ia berpikir, ia melakukan pekerjaan kantor hanya dengan motivasi bahwa ia akan mendapat imbalan dari bos. Sebab, anak-anak harus memahami konsep berdaya, yakni bahwa kita akan melakukan banyak hal untuk membuat diri berkembang lebih baik.

3. Menghilangkan Kesempatan Belajar Hal Baik

Contoh kasus, Anda memberi hadiah cokelat atau memujinya bila si kecil menghabiskan sayurannya. Maka ia akan memaknai bahwa makan sayur adalah sesuatu yang tidak menyenangkan sehingga harus ada imbalan untuk melakukannya. Sogokan dalam hal ini bukan hanya dalam hal hadiah materil, melainkan juga pujian seperti, “Waah, hebat! Anak pintar!”

Yang ada di pikiran si Kecil adalah ia akan dapat hadiah bila ia melakukan hal yang tidak disukainya yaitu makan sayur. Ia tidak akan belajar bahwa makan sayur memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuhnya.

4. Tumbuh Jadi Pamrih

Mereka akan terbiasa untuk bernegosiasi seperti, “Apa yang akan aku dapatkan bila aku melakukannya?” Dalam jangka panjang, ini akan menumbuhkan mereka menjadi anak-anak yang selalu pamrih untuk melakukan apa pun.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *