Ilustrasi membangun kedekatan(freepik)
Tak Berkategori

Perhatikan Hal Ini Sebelum Anak Menonton Kartun

DOTLARE – Salah satu aktivitas menyenangkan yang digemari anak untuk dilakukan selain bermain di luar rumah adalah menonton kartun. Menonton kartun merupakan hiburan yang amat menarik untuk dilakukan anak-anak.

Tayangan kartun yang biasa ditayangkan di televisi maupun melalui DVD merupakan cara alternatif agar anak betah di rumah saat liburan. Meski begitu, tidak semua kartun memuat unsur yang mendidik untuk perkembangan anak.

Para orang tua harus tetap selektif ketika memilih kartun agar tidak berpengaruh buruk. Nah, berikut beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan saat memilih tayangan kartun untuk anak:

1.Pilih tayangan yang sesuai dengan usia anak
Mungkin tidak banyak orang tua yang mengetahui bahwa tayangan kartun memiliki beragam jenis. Bagi anak usia 2-4 tahun, belum boleh memiliki jam menonton terlalu banyak.

Namun, tontonan sederhana yang interaktif dapat dikenalkan kepada mereka. Biarkan si kecil ikut menari bersama tokoh kartun yang ia tonton.

Selain menghibur, tontonan yang interaktif juga membantu si kecil mengembangkan keterampilan motorik kasarnya. Meski begitu, jangan terlalu sering membiarkan anak terus-terusan menonton TV.

2. Pilih waktu menonton yang tepat
Waktu yang tepat untuk anak-anak menonton TV juga harus diperhatikan. Jangan sampai membiarkan anak menonton kartun terus-menerus di jam-jam yang tidak tepat. Menonton tayangan kartun terlalu lama bisa membuat anak malas bergerak, sehingga berpotensi mengganggu perkembangan motoriknya.

Selain itu, menonton tayangan kartun terlalu lama juga membuat si kecil jadi lupa waktu dan kecanduan sehingga berdampak negatif untuk kegiatan dan tumbuh kembangnya. Berikanlah waktu untuknya menonton TV selama maksimal 2 jam dalam sehari.

3. Hindari konten yang mengandung unsur kekerasan
Tidak dapat disangkal beberapa acara kartun yang ditayangkan di televisi terkadang masih mengandung konten kekerasan yang tidak baik untuk ditonton si kecil. Aksi kekerasan ini ternyata bisa membuat si kecil melakukan hal yang sama dalam kehidupan nyata.

4. Hindari konten mengandung SARA
Tontonan kartun anak juga ternyata masih berpotensi untuk mengandung konten yang mengandung SARA. Meskipun tidak menyebutkan suku dan ras tertentu, citra yang ditampilkan tentunya dapat memojokkan golongan tertentu.

5. Konten yang berbau seksual
Tidak dapat dimungkiri juga terkadang kartun yang ditayangkan dapat menampilkan adegan yang berbau seksual secara implisit. Hal ini tentunya bukanlah tontonan yang sesuai untuk anak karena anak dapat menjadikan hal ini sebagai standar perilaku mereka terhadap lawan jenisnya.

 

 

Sumber: dboenes.com

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *